Gunung Rakutak (1921 mdpl) : Rasakan Sensasinya !!!

Sekilas Tentang Gunung Rakutak

Gunung Rakutak terletak di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung  merupakan satu diantara beberapa gunung yang menjadi kebanggaan para pendaki di Jawa Barat. Gunung ini letaknya didaerah selatan kota Bandung,  yang berjarak kira-kira ± 45 KM dari pusat Kota Bandung atau ± 20 KM dari kota Majalaya. jika dibandingkan dengan gunung-gunung yang lainnya, gunung ini tidak terlalu tinggi ( 1921 mdpl ) namun yang menjadikan gunung ini istimewa adalah medan yang sangat menantang. hal ini ditandai dengan banyaknya jurang yang menganga sepanjang perjalanan dari awal pendakian sampai ke puncak.

62872_3052467527264_1245888043_n 526575_2988722973410_2050492827_n

******

Trip kosong kali ini berawal dari kegalauan teman saya yang bernama cicih alias Sylvia S Tom  yang sudah 2 bulan Puasa Mendaki katanya, heheh istilah yang lucu ^_^. doi mengajak teman2 sependakian untuk melakukan ekspedisi “kosong” kembali.

Kali ini destinasinya adalah Gunung Rakutak sesuai rekomendasi dari seorang teman di Bandung.  Menurut info hoax yang ane dapet dari teman, jumlah peminat kali ini yang ikut serta sekitar 13 orang, yaitu Dhey Charlie, Cicih Sylvi, saya (jamie), dan 2 orang teman cicih (mbak Ing ing dan mbak Agus) berangkat dari Jakarta, sedangkan Dimas Nugroho, Tedi RH, Ochin Dharma, Rita Manggala, dan 3 orang teman Dimas berangkat dari Bandung. Alhasil yang fix ikutan hanya ber-6 orang saja pada akhirnya.

Jumat, 12 April 2013 pukul 21.00

Oke! Sesuai Kesepakatan awal, meeting point Keberangkatan dari Jakarta ditetapkan di Terminal Kp. Rambutan pukul 22.00 WIB. Pulang dari kantor jam 20.00, ane langsung cuss..!! pulang kerumah untuk ngambil keril dan nyempetin mandi dulu dan berganti kostum ala army girls *biar keliatan Macho hehe…!!.

Teng tong… sudah jam 21.15 WIB, ane langsung nyewa motor minta dianter ke Terminal kp. Rambutan. Sesampainya di Terminal pukul 21.45 WIB,  gak ada satupun batang hidung teman2 ane yang muncul, ane cuma ketemu  para pendaki2 lain yg hendak ke destinasi lain. Ada yang ke Gede, Cikurai, Papandaian dan Cermei. 1 jam berlalu ane menunggu di pintu keluar terminal ditemani hujan rintik-rintik, masih belum tampak juga body-body itu.

Udah bosen nunggu sampe lumutan dan buluan, akhirnya muncul juga 2 Sosok manusia “Kosong” didepan ane, Dhey Charlie dan Cicih Sylvi dengan kostum perangnya yang khas :-D. Gak lama kemudian muncul juga 2 orang wanita berkostum cerah, Cicih Suyati Ing Ing dan mbak Agustina, yang ternyata sudah Emak-emak tapi tetep semangat nge-trip Gunung … *saluuuutt.. 13 Jempol deh buat ibu-ibu gaul itu hehehe..!

Yup.. Berangkatlah kita menuju rumah Kang Tedi RH di Bandung sebagai Markas pemberhentian pertama. Saat itu Tim Kosong menggunakan Bus JKT-Bandung *Arimbi*dengan harga Rp.45000. hmm.. bus AC nya lumayan sepi tapi kok panas ya.. ckckc. Dann akhirnya semua pun terlelap selama perjalanan di Bus… zzz

***

Sabtu, 13 April 2013 pukul 02.15 WIB

Toott .. toott… suara klakson Bus antar kota yang kita tumpangi akhirnya tiba juga di Terminal Luwi Panjang. Mata terasa berat banged untuk melek, tapi kita paksa untuk turun dan melanjutkan perjalanan ke Rumah Kang Tedi dengan menyewa angkot.

Udah enak2 duduk manis di angkot eh ternyata diantara kami berlima, gak ada yg tau tepatnya rumah Kang Tedi dimana, hanya dikasih patokan2 berhentinya saja di “Indomart – Alfamart – yomart – Masjid Al-hasanah-Rm. Ampera”, alhasil kita semua nyasar tengah malem euy.. dasar tim Kosong wkwwk.

IMG00307-20130413-0835 521698_3052451686868_1225945289_n

pukul 04.10 pagi  Tibalah kami dirumah Kang Tedi yang mungil dan  penuh kehangatan. Ane dan cicih Sylvi tanpa malu-malu *karena udah biasa bikin malu wkwkwk* menumpang tidur sejenak memejamkan mata, sedangkan cicih ing-ing, mbak Agus dan Dhey Charlie asik bercengkrama dg kang Tedi. Pukul 06.00 ane bangun dan tercium bau harum makanan.. wahh.. ternyata Ibu dan Nenek kang Tedi udah nyiapin Sarapan pagi buat tim kosong euy.. yummy… *makasih kang udah di Jamu ^_^

taraaa… udah jam 08.30 WIB, saatnya trip kosong dimulai. Kami ber enam (Ane, Dhey, Sylvi, cih ing Ing, mbak Agus dan kang Tedi) pamit kepada ibu dan Nenek kang Tedi, pertanda petualangan segera dimulai.

   155691_10151440419588579_1198683212_n 48034_10151440394173579_1708665620_n

Start dari rumah kang Tedi *Jl. Tubagus Ismail* pukul 08.30 WIB dgn menyewa angkot ke simpang Dago Rp.2000/orang. Dari Simpang dago Tim naik angkot ungu jurusan Tegal Lega (Rp. 3000/org ± 30 menit perjalanan). Sesampai di tegal lega, perjalanan dilanjutkan dengan angkot hijau jurusan tegal Lega-ciparay (Rp. 5000/org ± 1.5 jam). Kemudian dari Ciparay kami sambung lagi dengan angkot kuning jurusan ciparay – Pacet (Rp. 4000/org ± 30 menit perjalanan) dan akhirnya Tim tiba di Gerbang Sukarame pukul 12.15 WIB. Gerbang ini merupakan awal pendakian Tim Kosong. Tapi sbelum start pendakian, ane dan kawan-kawan kosong mampir dulu untuk ngisi perut di RM. Sate Cibangoak *namanya unik hehe* …

IMG00308-20130413-1337 903400_4827711137789_1982838886_o

Pukul 13.45 WIB sembari diiringi rintik hujan, Tim kosong meluncur ke Pos Simaksi Rakutak guna registrasi dan administrasi seikhlasnya. Selesai Simaksi tim Kosong diantar ranger menuju titik awal pendakian dengan trek yang becek karena hujan dan memang jalur persawahan/perkebunan.

483407_3052452806896_441295150_n

Ada 3 jalur pendakian ke Gunung Rakutak, yaitu 2 jalur punggungan (Jalur Pasir Nyatuh dan Sewaan Cijahe) dan 1 jalur lembah (Jalur Panginuman) yang lebih jauh dibandingkan lewat punggungan. Tim kosong ditunjukan jalur lewat Punggungan Pasir Nyatuh. untuk start pendakian diawali dengan jalur perkebunan penduduk yang menempuh perjalanan sekitar 2 jam hingga ke jalur utama pendakian.

Pemandangan melewati perkebunan penduduk ini sungguh Ozynk banged.. eh Amazynk maksudnya :D, view di sore hari keren bangeeeed… Awan-awannya, langitnya, vegetasi pohon-pohon dan rumput-rumputnya sedap dipandang mata. Selain itu, disini juga banyak hewan-hewan kecil tropis seperti ulat bulu, ngengat, tenggoret, jangkrik, lintah, pacet, lalat dan berbagai jenis lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu *lho pidato ya.. hehe

603963_10151440521673579_280784432_n 45366_10151440475338579_1953751338_n 18017_10151440549038579_1536210385_n          526504_10151440683353579_1404176682_n

Setelah puas foto-foto, jeprat-jepret pemandangan di sepanjang jalur punggungan Rakutak, pukul 17.20 Tim kosong melanjutkan perjalanan menuju trek utama, melewati semak-semak belukar/rumput-rumput ilalang semacam lorong-lorong kanopi. Di rerumputan ini kamera poket beraksi lagi jepret sana jeprit sini ala ABG yang Narsis bin eksis hehe…. tak terasa kami pun mulai memasuki trek hutan dan haripun semakin gelap dan gelap.

Trek makin lama semakin terjal dan menanjak. Tim kosong mulai merasa khawatir dan was-was karena takut salah jalur, secara kami ternyata terdiri dari 4 orang Cewe dan 2 orang Waria *eh Pria denk* yang sama sekali belum pernah ke Rakutak. Jalur semakin tinggi dan terjal serta gelap semakin menyelimuti pendakian, kami terobos pohon-pohon dan tumbuhan berduri yang mengelilingi jalur, kiri dan kanan jurang-jurang menganga bikin tim kosong makin parno. Beberapa kali kami istirahat sambil sms-an dengan ranger mencari informasi tentang jalur yag sedang dilewati, khawatir nyasar.

Tim kosong rupanya udah letih tertatih-tatih menungging menanjak, dan akhirnya sampai juga kita di Puncak II pukul 21.15 WIB. Tim melepas keril sejenak sambil menyiapkan makan malam nasi bungkus sisa makan tadi siang ditemani air teh hangat. Selesai istirahat dan repacking, tim bersiap melanjutkan perjalanan ke puncak III. Dan . . . . baru saja beberapa jauh melangkah.. Waaaaaw  Bangeeeeddd.. Seremm banged treknya, mana jalurnya selebar “jembatan Shirothol Mustaqim”, Cuma selebar 90 cm dengan panjang 800 meter,  kiri kanannya berupa jurang-jurang pepohonan pinus.

Dengan ragu-ragu dan ekspresi tegang raut wajah kami, perjalanan tetap dilanjutkan. kang Tedi memimpin barisan didepan para cewe, posisi sweeper diisi oleh bang Dhey. Kami berjalan berurutan satu-satu melewati jalur tipis itu. Dalam otak berkhayal “untung gak ada hujan dan badai, gak kebayang deh kalo kena terpaan angin, pastilah sudah jatuh ke dalam jurang”.

903762_4827714337869_1399809410_o 522040_3052464927199_1599020920_n  914106_10151423177993042_1180916211_o 62872_3052467527264_1245888043_n

Jalur Jembatan “Shirothol Mustaqim” ketika siang hari

Langkah demi langkah perlahan tapi pasti kami jabani jalur serem itu,,, tiba2.. buzz.. ada sesuatu jatuh gelinding ke jurang, suaranya keras membentur tanah dan bebatuan, semua teman-teman kaget histeris dan panik dengan suara jatuh dari arah depan ane. Jantung serasa pengen copot dan ketinggalan dia jalur maut ini. Dalam hati berdoa semoga itu bukan bagian dari tim kosong. Alhamdulillah itu hanya bongkahan batu yang terpasang lemah dan terinjek mamah Ing ing. Setelah 45 menit berjalan dan akhirnya kami semua pun sampai di Puncak III tempat Tim mendirikan tenda. Hmm.. perjalanan hari ini sungguh melelahkan dan mendebarkan.. banyak-banyaklah kita mengucap istighfar dan syukur kepada Allah SWT atas nikmat hidup ini. Kalo inget perjalanan tadi sungguh bkin kapok deh.. tenda sudah berdiri, pakaian sudah berganti, saatnya kita bobok menanti sunrise yukk..

***

Minggu, 14 April 2013

“Bangun jamie.. bangun jamie.. ada Sunset nih…” *jiahh sunsett.?? Sunrise kali salah sebut mereka wkwkwkw*suara si kang Tedi sama Dhey charlie berisik banged..

“saya masih ngantuk bang.. nanti ajah sunrisenya” ..lanjut ngorokss.. hehehe

IMG_8116904900_10151423177668042_425132351_o

904471_10151423176683042_961865623_o

IMG_8139

Si cicih ing ing sudah bangun, kedebag-kedebug pake make-up lenongnya. Si Sylvi sama kaya gw masih meringkuk dibalik SB. Si mbak Agus mulai cari lapak buat pipis hehe . . . Gak tahan karena mendengar suara berisik-nya kang Tedi dan bang Dhey, ane pun memutuskan untuk bangun dan berburu Sunrise. Sunrise. . . . im comming . . . dan Waawww lagi.. viewnya dari atas puncak ini keren banged.. gak rugi deh semalem deg-degan sampe jantungan melewati jembatan maut hingga tiba disini. Kiri, kanan, depan, belakang, atas viewnya oke banged dari berbagai sudut. Ane ngerasa terpancing untuk ngeluarin SLR seken si Canon 500D dan ikutan kang tedi berburu awan, gunung, object tumbuhan dan bunga-bunga kecil. So sweet banged viewnya….

15226_10151440714873579_1607918260_n 913753_4827713657852_1931042688_o

903039_10151423178448042_1287172897_o 904346_10151423178248042_1437152390_o 

pukul 10.45 WIB  tim siap turun gunung. ane dan teman-teman seperjuangan akan melewati jalur shirothol mustakim lagi menuju puncak II. Karena siang hari, jalur tidak begitu menyeramkan seperti pada malam hari. jalur turun yang ditempuh kali ini berbeda dengan jalur naik. kami mengikuti jalur yang dilalui temannya kang Dimas, yang melewati lembah dan sungai-sungai kecil. trek via lembah ternyata sangat panjang dan memakan waktu lebih lama ketimbang saat nanjak. jalurnya melewati ilalang dan berakhir pada perkebunan penduduk. treknya berupa tanah liat yang becek karena sepanjang  jalan melewati sungai-sungai, mata air dan pohon-pohon bambu disekelilingnya.

Berkali-kali hujan turun membasahi kami, membuat moody tim kosong makin Bete dan Bete melewati trek lembah yang membosankan. akhirnya pada pukul 16.10 tibalah kami di Pos Simaksi, istirahat sebentar lalu bersih-bersih badan dan pakaian yang penuh tanah liat untuk persiapan pulang. pukul 17.30 Tim kosong berhasil meninggalkan pos dan menyewa angkot ke Pacet.

 733916_10151440948803579_1853498666_n

pukul 22.30 tibalah kami di Jakarta dengan selamat. alhamdulilllah perjalanaan kali ini penuh lila liku dan suka duka yang unik. banyak cerita dari trip kosong kali ini. bertemu teman-teman baru dan pengalaman baru.

562555_10151440831783579_1706332663_n 547433_10151440905868579_1123731342_n

terima kasih untuk teman-teman kosong: cicih Sylvi, Dhey Charlie, mamah Ing ing, mbak Agus dan Kang Tedi yang sudah ikut nimbrung pada trip kali ini. next destinasi bareng saya JANGAN KAPOK YACH .. !

4 thoughts on “Gunung Rakutak (1921 mdpl) : Rasakan Sensasinya !!!

  1. Ping-balik: Gunung Rakutak dan Danau Ciharis (part:1) | memoarsialin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s